PERLUKAH SUNTIKAN (INJEKSI) VITAMIN C?
Wanita seakan tidak pernah lepas dengan
perawatan tubuh mulai dari perawatan ujung rambut hingga ujung kaki khususnya
remaja menuju dewasa seperti kita, berbagai produk kecantikan sangat
digandrungi oleh kawula muda, yang tak pernah puas akan dirinya, dan selalu
ingun tambah cantik. Salah satu yang sedang trend saat ini yaitu suntik vitamin c .
Kalau dibilang baru, sebenarnya tidak juga, namun penggunaan vitamin C melalui suntikan memang tambah populer sekarang ini. Walau masih ada berbagai pro dan kontra dari beberapa kalangan peneliti, penggunaan yang tidak termasuk ilegalitas praktek dokter membuat penggunanya bertambah banyak. Hasilnya sendiri masih tergolong beragam, namun hampir setiap kali kita menemukan banyak pengakuan rata-rata kulit yang bertambah halus atau cerah dari para penggunanya, dan faktor ini juga yang menambah ketertarikan konsumen, apalagi mengingat harga yang masih tergolong cukup terjangkau, walaupun suntikan tersebut harus diulang secara berkala. Di sela ketidakjelasan banyak teori yang disampaikan melalui berbagai media, mungkin ada gunanya untuk meninjau terlebih dahulu aspek-aspek yang ada dibalik penggunaan vitamin C secara suntikan ini, terutama yang berhubungan erat dengan resiko kesehatan.
Buat kamuu yang berniat melakukan suntik vitamin C ada
baiknya kamu mengetahui ttg Manfaat
Suntik Vitamin C dan efek yang ada sesudah suntik vitamin c itu. agar
mendapatkan hasil dan efek yang optimal serta menjaga dari hal-hal yang
bersifat akan merugikan diri kita sendiri. Berikut Faktanya.
Sekilas Tentang Vitamin C
Beberapa survei konsumen banyak menyatakan bahwa dibanding beberapa jenis vitamin lain, vitamin C merupakan vitamin yang paling banyak dikonsumsi orang. Kepopuleran vitamin ini mungkin didorong oleh segudang manfaat yang bisa didapat dari konsumsinya, yang memang lebih umum untuk keadaan sehari-hari. Vitamin C merupakan antioksidan utama dari semua jenis vitamin dalam melawan radikal bebas, dan berperan besar juga dalam meningkatkan sistem imun dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit, disamping banyak lagi pengaturan fungsi tubuh dan penyerapan zat-zat gizi tertentu. Pada kulit sendiri, terkait dengan masalah kosmetis, vitamin C dengan daya antioksidannya dianggap berperan dalam proses peremajaan kulit serta pencegahan penuaan dini akibat serangan radikal bebas dan paparan sinar matahari yang bisa menimbulkan gangguan-gangguan kulit tersebut. Secara alami, vitamin C banyak bisa didapat dari buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, anggur, apel, pisang, papaya dan sebagainya, sedangkan dari jenis sayuran seperti tomat, brokoli, bayam, paprika dan sebagainya. Kenyataan yang didapat dari banyak riset bahwa asupan secara alami sehari-hari seringkali tak mencukupi kebutuhan optimal dari standar kecukupan gizi karena pengaturan diet yang tidak sesuai (secara beragam orang dewasa dianjurkan mengkonsumsi vitamin C sedikitnya 75 mg-500 mg/hari secara ideal dan lebih besar bagi wanita hamil atau menyusui ) membuat banyak ahli menganjurkan tambahan konsumsinya dalam bentuk suplemen. Namun jumlah asupan berlebihan juga tidak dianjurkan, dan nilai optimalitas konsumsinya tadi sebenarnya lebih didasarkan pada individu tertentu dengan melihat banyak faktor termasuk berat ringannya aktifitas, lingkungan bersih atau penuh polusi, usia dan banyak lagi.
Vitamin C dan Kesehatan Kulit
Penggunaannya untuk kesehatan kulit sendiri sebenarnya didasarkan pada proses penuaan yang salah satunya dipicu oleh radikal bebas dimana keganasannya turut dipengaruhi oleh faktor usia, penyakit, gizi buruk, polusi dan sinar ultraviolet. Akibatnya banyak terjadi kerusakan kulit yang membuat kulit tampak kusam dan berkerut serta pemunculan flek-flek hitam. Oleh akibat ini, vitamin C bekerja dalam meningkatkan kekebalan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan, sekaligus juga terhadap jaringan kulit sehingga kulit bisa tampil lebih awet. Penemuan belakangan produk-produk vitamin C dalam bentuk ester dinilai sebagian ahli lebih efektif terhadap tujuan ini, meski cara kerja umumnya tetap sama yaitu dengan menghambat kerja enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen. Beberapa pemicu termasuk yang tersering, sinar matahari akan membuat enzim ini dipicu merangsang pembentukan pigmen sehingga bila proses tersebut dihambat kulit akan terlihat lebih bersih, bersinar dan cerah meski sebenarnya tak secara permanen bertambah putih.
Suntikan Lebih Efektif?
Pilihan penggunaan vitamin C lewat jarum suntik yang sebenarnya sudah dikenal sejak tahun ‘40an ini namun bertujuan terbatas bagi penyembuhan pascabedah, berprinsip sama seperti terapi lainnya dimana dibandingkan dengan konsumsi cara oral, dimana cara injeksi akan lebih efektif dalam distribusinya karena zat-zat tersebut langsung masuk ke dalam peredaran darah sekaligus mengurangi kemungkinan kadar vitamin terutama asam askorbat yang mudah larut dalam air ini hilang selama proses metabolisme dalam cara oral, kemudian juga pertimbangan atas sifat suplemen vitamin C oral yang bisa mengakibatkan iritasi lambung. Sekarang juga sudah dikenal vitamin C yang langsung dioleskan ke kulit dalam bentuk serum yang memiliki molekul berukuran sangat mikro, yang bagi sebagian ahli lebih dianjurkan ketimbang cara lain. Dari segi keberhasilan dan khasiatnya sendiri masih juga ada pro dan kontra tentang perbedaan cara oral dan injeksi tadi. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dari penggunaan cara suntikan adalah resiko dan keamanannya. Meski tergolong relative aman, proses penyuntikan vitamin C tetap harus dimonitoring oleh ahlinya, karena seperti obat-obat injeksi lainnya, terlebih yang diberikan secara intravena (langsung ke pembuluh darah) memiliki faktor resiko shock lebih besar bagi pasien yang kebetulan hipersensitif terhadap zat aslinya. Penelusuran lebih lanjut untuk faktor keamanan ini juga bisa dilakukan melalui proses screening, pemeriksaan medis yang detil dan wawancara terarah dengan pasien karena beberapa keadaan lain termasuk adanya gangguan fungsi ginjal dan sistem metabolisme juga tak dianjurkan untuk mendapat suntikan vitamin C.
Suntikan Vitamin C dengan Tambahan Kolagen
Sekarang, penyuntikan vitamin C dengan tambahan kolagen yang sudah disenyawakan dalam beberapa produk tertentu juga terlihat cukup digemari. Tak jarang juga seorang dokter mendapat pertanyaan mengenai perlunya tambahan kolagen ini dalam bahan injeksi tersebut. Perlu diketahui, salah satu fungsi vitamin C pada kulit juga membantu pembentukan kolagen atau senyawa berisi asam amino yang kerjanya mirip seperti lem dalam melekatkan sel ini. Karena itu, kolagen memang menjadi bagian utama dari jaringan penghubung tak hanya pada kulit tapi juga tulang dan persendian, sehingga berfungsi menjaga kekenyalan dan kelenturan kulit. Lebih lanjut, vitamin C juga berfungsi dalam menjaga kualitas pembentukan serta melindungi kolagen ini dari resiko kerusakannya oleh berbagai pemicu. Oleh fungsi inilah, vitamin C sebenarnya akan bekerja meningkatkan perlekatan kolagen sehingga pada penggunanya, keluhan kerutan dan permukaan kulit yang terlihat kasar akan bisa sedikit diatasi. Begitupun, pada kondisi-kondisi tertentu yang dipengaruhi oleh faktor usia, asupan makanan dan banyaknya paparan radikal bebas yang sedikit banyak akan mengurangi kuantitas dan kualitas produksi kolagen terutama pada sel-sel kulit, penambahan kolagen dari luar tubuh dalam jumlah minimal menurut sebagian ahli masih bisa ditolerir.
Kunci dari perlu tidaknya penggunaan suntikan vitamin C jelas akhirnya akan terpulang pada kondisi pasien dan penilaian dari ahlinya sendiri. Ada beberapa faktor yang telah disebutkan sebagian besar diatas seperti usia, kondisi individual dan sebagainya yang harus menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih cara suntikan ini. Walaupun begitu, sama sekali bukan berarti sebuah suntikan vitamin C yang diberikan berulang-ulang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini. Sebuah zat suplemen tetap tak bisa menggantikan fungsi alami makanan sendiri, selama asupannya bisa diatur benar-benar cukup. Selain itu, meletakkan harapan Anda tampil awet muda atau menjadi lebih putih HANYA dengan vitamin C tentu juga tak sepenuhnya bisa dibenarkan.
From : (dr. Daniel Irawan)
Suntik Vitamin C + Kolagen sering digunakan untuk Lightening Treatment (pencerah kulit) yg fungsinya mencerahkan dan mengencangkan kulit. Dicampur dengan beberapa produk lain (whitening agent) seperti plasenta, tation, heel, dll hasilnya akan lebih maksimal.
Juga pada Slimming Treatment (melangsingkan badan), Vit.C+Kolagen dicampur dengan produk2 pembakar lemak seperti L.Carnitine, Sillorg, dll untuk menjaga elastisitas kulit agar kulit tetap kencang dan tidak kendor.
Selagi sesuai dosis dan memakai produk yg asli (jika tidak asli, isi ampul dikhawatirkan tidak aman) dan disertai minum air putih 2-3liter/hari, maka suntik (injeksi) vitamin C berefek baik untuk tubuh dan nyaris tidak ada efek samping.
penulis : ely hastasasi
Sekarang, penyuntikan vitamin C dengan tambahan kolagen yang sudah disenyawakan dalam beberapa produk tertentu juga terlihat cukup digemari. Tak jarang juga seorang dokter mendapat pertanyaan mengenai perlunya tambahan kolagen ini dalam bahan injeksi tersebut. Perlu diketahui, salah satu fungsi vitamin C pada kulit juga membantu pembentukan kolagen atau senyawa berisi asam amino yang kerjanya mirip seperti lem dalam melekatkan sel ini. Karena itu, kolagen memang menjadi bagian utama dari jaringan penghubung tak hanya pada kulit tapi juga tulang dan persendian, sehingga berfungsi menjaga kekenyalan dan kelenturan kulit. Lebih lanjut, vitamin C juga berfungsi dalam menjaga kualitas pembentukan serta melindungi kolagen ini dari resiko kerusakannya oleh berbagai pemicu. Oleh fungsi inilah, vitamin C sebenarnya akan bekerja meningkatkan perlekatan kolagen sehingga pada penggunanya, keluhan kerutan dan permukaan kulit yang terlihat kasar akan bisa sedikit diatasi. Begitupun, pada kondisi-kondisi tertentu yang dipengaruhi oleh faktor usia, asupan makanan dan banyaknya paparan radikal bebas yang sedikit banyak akan mengurangi kuantitas dan kualitas produksi kolagen terutama pada sel-sel kulit, penambahan kolagen dari luar tubuh dalam jumlah minimal menurut sebagian ahli masih bisa ditolerir.
Kunci dari perlu tidaknya penggunaan suntikan vitamin C jelas akhirnya akan terpulang pada kondisi pasien dan penilaian dari ahlinya sendiri. Ada beberapa faktor yang telah disebutkan sebagian besar diatas seperti usia, kondisi individual dan sebagainya yang harus menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih cara suntikan ini. Walaupun begitu, sama sekali bukan berarti sebuah suntikan vitamin C yang diberikan berulang-ulang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini. Sebuah zat suplemen tetap tak bisa menggantikan fungsi alami makanan sendiri, selama asupannya bisa diatur benar-benar cukup. Selain itu, meletakkan harapan Anda tampil awet muda atau menjadi lebih putih HANYA dengan vitamin C tentu juga tak sepenuhnya bisa dibenarkan.
From : (dr. Daniel Irawan)
Suntik Vitamin C + Kolagen sering digunakan untuk Lightening Treatment (pencerah kulit) yg fungsinya mencerahkan dan mengencangkan kulit. Dicampur dengan beberapa produk lain (whitening agent) seperti plasenta, tation, heel, dll hasilnya akan lebih maksimal.
Juga pada Slimming Treatment (melangsingkan badan), Vit.C+Kolagen dicampur dengan produk2 pembakar lemak seperti L.Carnitine, Sillorg, dll untuk menjaga elastisitas kulit agar kulit tetap kencang dan tidak kendor.
Selagi sesuai dosis dan memakai produk yg asli (jika tidak asli, isi ampul dikhawatirkan tidak aman) dan disertai minum air putih 2-3liter/hari, maka suntik (injeksi) vitamin C berefek baik untuk tubuh dan nyaris tidak ada efek samping.
penulis : ely hastasasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar